Hadis Riwayat imam Bukhari
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ قَزَعَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَمُجَمِّعٍ ابْنَيْ يَزِيدَ بْنِ جَارِيَةَ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ
خَنْسَاءَ بِنْتِ خِذَامٍ الْأَنْصَارِيَّةِ أَنَّ أَبَاهَا زَوَّجَهَا وَهِيَ ثَيِّبٌ فَكَرِهَتْ ذَلِكَ فَأَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ نِكَاحَهَا
Terjemahan Hadis:
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Qaza'ah telah menceritakan kepada kami Malik dari 'Abdurrahman bin Al Qasim dari ayahnya dari 'Abdurrahman dan Mujamma', dua anak Yazid bin Jariyah Al Anshari, dari Khansa' binti Khidzam Al Anshariyah; bahwa ayahnya mengawinkannya -ketika itu ia janda-dengan lak-laki yang tidak disukainya, kemudian dia menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau membatalkan pernikahannya.
[hadis Riwayat Imam Bukhari, kitab كتاب الإكراه Bab لا يجوز نكاح المكره
(dilarang nikah dengan paksaan)
Kandungan Bab:
Nikah paksa adalah pernikahan yang tertolak dan memaksa wanita untuk menikah tanpa meminta kerelaannya terlebih dahulu adalah perbuatan yang diharamkan.
Wajib meminta izin kepada wanita tersebut terlebih dahulu baikah wanita tersebut gadis atau pun sudah janda. Pembahasan ini telah berlalu di dalam kitab Nikah, bab Tidak boleh menikahkan seorang gaid atau janda kecuali dengan kerelaannya.
Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar'iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi'i, 2006), hlm. 3/509-509
Written by: Ulmyee
Ulmyee, Updated at: 17.49

0 comments:
Posting Komentar